Materi Kelas XI BAB 1

https://www.slideshare.net/windabintulfadany/slideshelf#

 

Assalamualaikum anak-anakku sekalian, semoga kita smua selalu dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah…walaupun masih dalam keadaan belajar di rumah mudah2an semua masih tetap semangat ya…..

sekarang ibu mau menyampaikan materi bab 1

mohon dilihat dipelajari materi di atas  ya…

https://www.slideshare.net/windabintulfadany/slideshelf#

https://www.slideshare.net/windabintulfadany/slideshelf#

https://www.slideshare.net/windabintulfadany/slideshelf#

PENGUMUMAN BAGI KELAS XI IIS MA AL KENANIYAH

Pengumuman remedial mata pelajaran geografi

  1. Kepada siswa yang belum mengisi komentar pada artikel ketahanan pangan, dimohon untuk menjawab pertanyaaan yang tertera
  2. kepada siswa yang nilai onlinenya dibawah 75 mohon diisi pertanyaan tentang kependudukan yang dibawah artikel ketahanan pangan!
  3. Kepada seluruh siswa baik yang nilainya cukup dan kurang harap menjawab artikel yang terkhir diupload!

selamat mengerjakan dan jangan lupa jaga kesehatan:)

 

Merebaknya virus Corona

Baca Artikel dibawah ini kemudian jawab Pertanyaannya!!

Bermula dari merebaknya virus Corona jenis baru (SARS-CoV-2), yang disebut Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), di dataran negeri Tiongkok tepatnya di provinsi Wuhan pada akhir 2019, seluruh negara di dunia seolah dihantam krisis besar. Dengan kecepatan penyebaran yang luar biasa, virus ini telah menginfeksi 3.634.405 orang di seluruh dunia. Data tersebut berdasarkan situs worldometers.info yang memantau perkembangan penyebaran virus Corona seluruh dunia secara realtime per tanggal 4 Mei 2020. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah Mengumumkan wabah COVID-19 sebagai pandemi global sejak 11 Maret 2020. Dikarenakan statusnya sebagai pandemi global, tentu hal ini juga berpengaruh pada negara kita. Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia per 4 Mei 2020 mencapai lebih dari 11.000 kasus.

Menyikapi hal tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Konferensi Pers di Bogor pada tanggal 15 Maret 2020 menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bekerja, sekolah dan beribadah dari rumah demi mencegah semakin meluasnya penyebaran virus corona. Menyusul pernyataan tersebut, Kementerian Keuangan juga mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) yang kemudian menjadi pedoman seluruh Eselon I untuk menerapkan kebijakan serupa hingga unit layanan terkecil di daerah.

Sebagai akibat diterapkannya WFH, tentu diperlukan penyesuaian di berbagai sektor pekerjaan. Segala sesuatu yang memerlukan pelayanan tatap muka diubah menjadi pelayanan secara online. Kampus dan sekolah yang pada mulanya hanya sebagian kecil yang menerapkan sistem pembelajaran online, kini justru hampir semua institusi pendidikan menerapkan sistem pembelajaran secara online. Adapun contoh lain seperti Kantor Urusan Agama (KUA) yang sebelumnya diperlukan kehadiran untuk melangsungkan pernikahan, kini menerapkan pula kebijakan dimana calon mempelai dapat dinikahkan oleh penghulu melalui Video Call. Sebagai bagian dari unit di Kementerian Keuangan, dalam hal ini DJKN juga mengalami hal serupa, proses lelang yang pada mulanya harus dihadiri penjual dan saksi secara langsung, kini bisa dilakukan melalui Video Call.

Sejatinya hampir setiap instansi pemerintahan sudah mencanangkan pelayanan serba online sejak awal. Namun karena satu dan lain hal diantaranya dari segi peraturan dan biaya, implementasi dari layanan yang serba online ini berjalan cukup lambat. Dengan adanya wabah saat ini, hampir seluruh instansi yang mempunyai proses bisnis yang urgensinya untuk bekerja di kantor diwajibkan untuk melaksanakan work from home baik untuk seluruh maupun sebagian pegawai. Hal ini tentu saja membuat instansi untuk sesegera mungkin beradaptasi dalam memberikan layanan yang bisa dilakukan tanpa perlu tatap muka secara langsung. Layanan yang berbasis serba online inilah yang sebelumnya dicita-citakan sebagai bagian dari revolusi industri 4.0.

Meskipun penerapannya pada saat ini hanya dikarenakan darurat bencana, di berbagai instansi pemerintahan sistem layanan berbasis serba online ini dikaji terkait pengembangannya lebih lanjut. Jika berlanjut hingga pasca pandemi, tentu penyediaan infrastruktur terkait layanan ini perlu menjadi perhatian khusus. Hal ini tidak lepas dari pentingnya big data sebagai landasan untuk penerapan Internet of Things (IoT) pada instansi pemerintahan. Pada dasarnya IoT adalah sebuah sistem dimana sebuah obyek memiliki kemampuan mentransfer data tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia maupun dari manusia ke perangkat komputer. Dengan diterapkannya IoT pada instansi pemerintahan, selain memberikan kemudahan bagi pengguna jasa, juga memberikan kemudahan bagi instansi itu sendiri. Selain itu, IoT juga mampu melepas batasan ego sektoral antar instansi karena peran penting big data. Sebagai contoh penerapan IoT ini dapat kita lihat pada aplikasi “Peduli Lindungi” dari Kemenkominfo yang dapat kita unduh pada ponsel pintar kita. Aplikasi ini berfungsi untuk melakukan monitoring posisi kita saat ini apakah berada pada zona merah paparan COVID-19. Penggunaan aplikasi ini cukup dengan menyalakan GPS pada ponsel saat menggunakan aplikasi. Terlihat betapa minimnya interaksi antara pengguna aplikasi dengan perangkat, kita sudah bisa mendapatkan data akurat terkait posisi kita dalam zona bahaya atau tidaknya terhadap paparan COVID-19. Aplikasi ini juga berfungsi tidak lepas dari sinergi antara Kemenkominfo dan Kemenkes terkait data penyebaran virus yang ada.

Berbicara mengenai keterkaitan pandemi corona dengan revolusi industri 4.0 ini, ada hal yang menarik yang bisa kita ambil secara historis dari pandemi-pandemi sebelumnya. Hampir setiap pandemi yang melanda dunia memberikan pengaruh yang cukup besar dalam peradaban yang bertahan saat itu. Beberapa contoh diantaranya adalah pada tahun 1347-1341, sebuah pandemi yang dinamakan “Black Death” yang menewaskan sekitar 60% populasi masyarakat eropa pada saat itu. Dampak dari wabah tersebut yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang masih bertahan pasca pandemi. Contoh lain adalah wabah kolera pada tahun 1817-1823, yang semakin meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat akan pentingnya pemerataan sistem sanitasi yang baik. Satu lagi contoh bisa kita ambil dari kasus wabah flu spanyol pada tahun 1918-1919, salah satu wabah terburuk sepanjang masa yang menjangkit sekitar 500 juta orang atau sepertiga populasi manusia di masa itu dan menewaskan sekitar 50 juta jiwa. Wabah ini mengingatkan kita akan pentingnya riset mengenai penanganan pandemi supaya tidak menjadi lebih buruk lagi di masa yang akan datang. Terlebih dengan populasi manusia yang jauh lebih banyak dan mobilitas yang semakin mudah sehingga potensi penyebaran virus bisa lebih masif.

Pada masa pandemi saat ini, kita secara tidak langsung juga merasakan perubahan sejarah dimana sebelumnya pekerjaan banyak yang harus dilakukan secara konvensional, kini pekerjaan tersebut dikerjakan secara online. Revolusi Industri 4.0 yang digaungkan sejak lama kini seakan memaksa dilakukannya penyesuaian dalam proses bisnis pekerjaan salah satunya dengan bekerja dari rumah (WFH) meskipun dilakukan secara selektif. Hal ini menjadi suatu milestone dalam perkembangan layanan yang diberikan, terutama di lingkungan pemerintahan yang senantiasa perlu dilaksanakan dengan penuh integritas secara profesional dan akuntabel.

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apakah dampak virus korona terhadap aktifitas belajar bagi siswa di seluruh Indonesia!
  2. Apakah ada dampak positif dari wabah virus corona ini, bagi sistem pendidikan Indonesia,jelaskan!
  3. Apakah virus korona ini berdampak pada kehidupan kalian?jelaskan! baik positif dan negatif!

 

 

 

Kementan Siapkan Strategi Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

NFO NASIONAL — Pangan menjadi sektor penting di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Bahkan Badan Pangan Dunia Food Agriculture Orgazation (FAO) telah mengingatkan bahwa dunia di ambang krisis pangan.

Presiden Jokowi menekankan bahwa ketahanan pangan sangat penting, terutama terkait dengan kesiapan produksi pangan hingga pendistribusiannya.
“Karena itu ketersediaan pangan, food security, sangat penting bagaimana dengan kesiapan produksi pangan kita, bagaimana kesiapan industri pengolahan pasca-panen, bagaimana efisiensi rantai pasok dan distribusi, semua harus kita lihat lagi dan kita harus siapkan strategi besar menghadapi itu ke depan,” ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) melalui video conference di Jakarta, Kamis, 30 April 2020.
Sebagai sektor yang bertanggung jawab terhadap penyediaan pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan berbagai strategi dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, khususnya dalam situasi pandemi Covid-19.
Untuk meningkatkan produksi pangan dan menjaga agar petani tetap berproduksi, Kementan memberikan stimulus. Di antaranya relaksasi KUR sektor pertanian, dan mempercepat bantuan sarana dan prasarana pertanian.
Kementan juga memberikan bantuan subsidi pengangkutan pangan dari daerah surplus ke daerah minus, sehingga pasokan pangan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Upaya Kementan dalam membantu pendistribusian ini bertujuan agar hasil panen petani dapat terserap pasar dengan harga yang wajar di tengah pandemi, sehingga petani tetap bersemangat menanam dan berproduksi.
“Yang terpenting adalah distribusi kita berjalan dengan lancar. Identifikasi wilayahnya, kita punya pemetaannya. Ini perintah bapak Presiden, supaya kita semua kementerian bekerja sama menutup defisit. Artinya, tidak ada lockdown, tidak ada isolasi, tidak melakukan penguncian dan tidak membuat rintangan terhadap distribusi pangan,” kata Mentan SYL di Jakarta, 30 April 2020.
Melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan juga menggerakkan Pasar Mitra Tani yang ada di seluruh provinsi. Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi, mengatakan pasar mitra tani di seluruh Indonesia mampu memperpendek mata rantai distribusi. Karena bahan pangan dipasok langsung dari petani melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), sehingga konsumen mendapat pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
Ditambahkan Agung, adanya kerja sama dengan Gojek dan penyedia jasa distribusi lainnya semakin memudahkan masyarakat mendapat bahan pangan di tengah imbauan pemerintah untuk tetap di rumah.
“Ada dua manfaat dengan kerja sama ini. Di satu sisi ojol mendapat penghasilan karena mendapat pelanggan, di sisi lain masyarakat mendapat bahan pangan tanpa keluar rumah karena ada imbauan di rumah saja,” ujar Agung.

ADVERTISEMENT

Upaya untuk mewujudkan kemandirian pangan, juga dilakukan optimalisasi pekarangan dan lahan melalui kegiatan Pertanian Keluarga dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kegiatan ini membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.
Ancaman krisis pangan yang disinyalir FAO, dapat diantisipasi manakala setiap rumah tangga mampu memproduksi bahan pangan dari pekarangan sendiri. Karena itu, dalam menghadapi pandemi ini BKP menambah kelompok sasaran kegiatan P2L menjadi 3.811 kelompok di tahun 2020.
Hal yang tidak kalah penting adalah, BKP juga melakukan pemantauan terus menerus ke seluruh provinsi melalui quick count dan teleconference bersama Dinas Pangan di seluruh provinsi setiap minggu, sehingga dapat diketahui kondisi ketahanan pangan di setiap daerah.
“Kalau di suatu daerah ada masalah, kita akan bantu daerah untuk  mengatasinya,” kata Agung. (*)

 

Pertanyaan:

  1. Apakah langkah Mentri pertanian untuk meningkatkan produksi pangan dan agar petani tetap berproduksi!
  2. Jelaskan pendapat kalian tentang ketahanan pangan pada masa pendemi ini?
  3. Menurut kalian apakah Indonesia bisa mampu mencukupi pangan masyarakat pada masa wabah ini?

Tugas geografi kelas XI

Kepada seluruh siswa/I MA Al Kenaniyah, dalam menghadapi wabah covid-19 yang memutuskan seluruh siswa untuk belajar di rumah masing-masing, kami ingatkan kepada seluruh siswa bahwa sekolah libur tetapi belajar tidak….maka kami mohon seluruh siswa tetap bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dan menghindari melakukan kegiatan di luar rumah.

Berikut adalah tugas geografi

Kelas XI

Kerjakan Latihan di bawah ini!

  1. Sensus penduduk menurut metodenya ada dua, sebutkan dan jelaskan!
  2. Sensus penduduk menurut objek penduduk yang dihitung ada dua, sebutkan dan jelaskan!
  3. Jelaskan factor-factor yang mendukung kelahiran (pronatalitas)!
  4. Jelaskan factor-factor penghambat kelahiran (antinatalitas)!
  5. Jelaskan factor pendorong kematian (promortalitas)
  6. Jelaskan factor penghambat kematian (antimortalitas)
  7. Jelaskan 3 jenis piramida penduduk!
  8. Sebagai negara berkembang, Indonesia mengalami berbagai permasalahan di bidang kependudukan, sebutkan!
  9. Jumlah penduduk kota A pada akhir tahun 2008 sebanyak 1.000.000 jiwa dengan tingkat pertumbuhan sebesar 2.5% per tahun.Jumlah penduduk kota A pada tahun 2010 adalah…..
  10. Diketahui pria berjumlah 100.000.000, wanita berjumlah 110.000.000. maka sex rationya adalah..

 

Sampai Kapan Kalian Bertanya Kapan Aku Akan Menikah?

Sahabat Muslimah, kadang dalam hati diriku bertanya, “Sampai kapan kalian bertanya kapan aku akan menikah?” Tidakkah kalian bosan mengulang-ulang pertanyaan yang sama setiap kali kita bertemu, padahal ada hal-hal lain yang bisa kita perbincangkan serta tidak melukai perasaan.

Jika pada jawaban-jawaban sebelumnya diriku berkata, “Insya Allah segera, doakan saja,” maka kali ini aku akan menjawab pertanyaan kalian dengan sebentuk tanya “Kapan dirimu meninggal dunia?” Barangkali dirimu akan berpikir betapa kejamnya diriku karena melontarkan pertanyaan itu. Tetapi bukankah ada tiga hal yang memiliki kesejajaran rahasia di sisi Allah, yaitu jodoh, maut dan rezeki, jadi untuk apa mempertanyakan hal yang menjadi kewenangan Allah dalam menjawabnya.

Jodoh itu serupa mati, tugasku bukan sekadar menjawab pertanyaan tetapi mempersiapkan diri agar diberi kepantasan mendapatkannya. Kalau mau bijaksana, harusnya kalian mengerti bahwa suatu ketika saat Allah yakin diriku mampu menerima amanah berumah tangga, niscaya kesempatan itu tak akan kusia-siakan. Karena aku percaya pada akhirnya langkahku dalam mencari jodoh akan berhenti pada seseorang yang juga bersedia menghentikan langkah pencariannya. Pada saat itu, kami saling meyakini sudah saatnya merasa cukup sebab telah saling menemukan.

Sahabat-sahabatku, aku mengerti kalian peduli padaku. Tetapi, tidakkah kalian sadari bahwa setelah proses saling menemukan kemudian memutuskan berumah tangga, masih banyak pencarian-pencarian yang jauh lebih penting. Mulai dari pencarian kesadaran berkarib ajar kasih sayang, mendoakan satu sama lain, mengasuh dan membersarkan anak-anak dengan bekal agama, menyelaraskan kerukunan antar mertua, menciptakan teladan bagi masyarakat. Adakah llsemua itu sudah kalian tunaikan, atau justru kalian masih mengeja namun seolah-olah sudah menguasai segalanya?

Semakin banyak kalian bertanya, “Kapan menikah?” Justru diriku curiga pada pernikahan kalian. Jangan-jangan ada sebentuk sesal setelah menikah, sehingga kalian butuh teman senasib sepenanggungan untuk mengingat indahnya masa-masa melajang?

Sudahlah, nikmati saja pernikahan kalian sebab aku juga sedang menikmati masa-masa mempersiapkan diri sebelum Allah memberi amanah melakukan pernikahan. Bukankah menikah ialah kesempurnaan separuh agama, jadi pedomanilah firman-Nya “Untukmu agamamu, untukku agamaku,” yang dalam hal ini kumaksudkan ‘uruslah rumah tanggamu, kelak aku juga akanmengurus rumah tanggaku.’ Agar kesempurnaan agama yang digariskan melalui pernikahan benar-benar dapat terlaksana. Besar harapku, semoga kalian mengerti kiranya. (islampos)

HUSNUL KHOTIMAH

Masih ingat di benakku cerita ini karena berkali-kali disampaikan, bahkan beberapa hari yang lalu pada saat menonton Laskar Pelangi 2 (Edensor) cerita inipun dikutip, walaupun dalam cerita yang berbeda-beda….waktu itu ayah saya menceritakannya begini..

Dahulu ada seorang ahli ibadah digoda oleh Setan, dibisikkan ke telinganya”coba liat orang itu ibadahnya lebih baik dari padamu, melihat orang tersebut ahli ibadah pun menanyakan mengapa orang tersebut bisa beribadah demikian khusu’ dan rajin ternyata orang tersebut pernah melakukan kesalahan sehingga dia bertobat dengan bersungguh-sungguh kepada Allah itulah yang membuat dia beribadah tiada hentinya, melihat hal tersebut ahli ibadah tersebut kembali dibisikkan oleh setan”kalau begitu kerjakanlah larangan Allah, setelah itu kamu bertobat maka kamu akan khusu’ seperti orang itu, pergilah kamu ke rumah perempuan penggoda itu..setan terus membisikkan kesesatan kepadanya

Setelah sampai di rumah wanita penggoda itu, maka perempuan tersebut menggodanya namun ahli ibadah tersebut masih bisa menolak, namun pada saat perempuan itu menawarkan arak laki-laki itu menerimanya di dalam hati dia bergumam”ah..gpp Cuma segelas arak”, namun setelah dia meminum arak dia mabuk, dan tanpa dia sadar dia berhubungan dengan perempuan tersebut, dia betul-betul malu kepada Allah karena telah berbuat zina namun setan selalu menggodanya, biar tidak menghilangkan jejak maka wanita tersebut dibunuhnya, namun karena merasa berdosa dan panik dan tidak mau menanggung malu seorang ahli ibadah telah mabuk-mabukan, berzina dan membunuh, maka dia pun bunuh diri..Naudzubillah..

Seorang ahli Ibadah yang selama dia hidup selalu beribadah kepada Allah, namun setan tidak luput menggodanya, yang pada akhirnya dia meninggal dalam keadaan suul khotimah, dan melakukan semua dosa besar..Naudzubillah

Demikianlah setan selalu menggoda kita, sehingga kita tidak pernah tau apakah kita husnul khotimah atau Suul khotimah, namun kita berharap apapun yang kita lakukan adalah hal-hal yang positif dan manfaat yang mengantarkan kita kepada Husnul Khotimah..

Penutup akhir tahun 2013 ini tentulah banyak acara yang dilakukan oleh masyarakat sekitar kita, ada yang menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan, ada yang di jalanan, di rumah bernyanyi dan bergadang bersama….namun kalau kita ingat cerita diatas apakah hal tersebut akan mengantarkan kita kepada husnul khotimah ketika Allah mencabut nyawa kita pada saat kita sedang melakukan hal-hal yang tidak diridhoinya….

Mudah-mudahan kita terlindung dari hal-hal yang mengantarkan kita kepada Suul Khotimah..

 

 

 

 

 

Pandanglah Sekitar

Saat ini banyak orang yang menundukkan pandangan. Bukan karena rendah hati atau menjaga pandangan, tetapi karena sibuk dengan gadget atau smart phone di tangan. Merasa dekat dengan yang jauh tetapi yang dekat justru terabaikan.

 

GambarSaat orang itu jauh, kita rindu. Namun setelah dekat, kita hanya ngobrol sesaat kemudian masing-masing sibuk dengan gadget. Seolah benda yang tak punya nyawa dan hati itu lebih berarti dibandingkan orang-orang di sekitar kita.

Banyak orang berkumpul bersama di suatu tempat namun pikiran dan hatinya tak bersama. Pikiran dan hatinya justru mengembara ke segala penjuru dengan difasilitasi oleh social media. Saat acara makan bersama, masing-masing sibuk “motret” kemudian upload dan setelah itu sibuk menikmati respon atas berbagai komentar hasil postingannya.

Kedekatan dan kehangatan keluarga, persahabatan serta persaudaraan telah memudar diganti dengan keasyikan bermain social media. Perhatian kepada orang-orang terdekat mulai berkurang karena sibuk dengan “dunia baru” yang bisa tersambung melalui jemari tangan. Secara perlahan, hati mulai kehilangan kepekaannya.

Sebelum ketagihan dan menjadi kebiasaan, kembalilah kepada kehidupan yang nyata. Jadikan dunia maya hanya sebagai bumbu untuk menambah nikmatnya kehidupan. Pandanglah orang-orang di sekitar kita, jangan terlalu sibuk memandang benda mati yang tak punya hati yang ada di tangan kita.

Selain memerlukan tatapan mata, orang-orang di sekitar kita juga memerlukan sentuhan hati. Semua itu tak akan didapatkan mereka bila mata kita tertuju pada gadget yang ada di tangan. Kembalilah kepada sejatinya manusia dimana kehadiran fisik seyognyanya disertai kehadiran pikiran dan hati. Mulailah itu dari sekarang…

KETIKA JODOH DIPERTANYAKAN

Jodoh akan tetap menjadi rahasia Allah, karena memang demikian adanya 3 hal yang menjadi rahasia Allah jodoh, rezki dan ajal ini adalah hak perogratif Allah dan tak bisa diintervensi dengan cara apapun oleh manusia, karena memang manusia tidak mempunyai kemampuan untuk itu…

Andai saja orang tau kapan ajal akan menjemputnya pastilah dia tidak akan melakukan apapun kecuali hanya beribadah kepada Allah dan bisa jadi dia akan selalu duduk di atas sejadah dan menangadah kepada Allah karena dia tau bahwa ajal akan segera menjemputnya..

Andai saja rezki bukan rahasia Allah, kadang kita temui bahwa sekuat apapun kita berusaha maka yang kita dapat hanya sedikit bahkan segera habis sebelum seluruh kebutuhan kita terpenuhi , namun karena rezeki adalah hak dan rahasia Allah maka seringkali rezeki bukan masalah kerasnya kerja saja tapi banyak faktor yang lain, tergantung keredhoan Allah memberikan kita rezeki

Begitu juga dengan jodoh andai saja orang tau siapa jodohnya pastilah dia tak perlu lagi bersusah payah mencarinya dan berdoa memohon kepada Allah

Betapa indahnya dibalik kerahasiaan ada DOA, ada Pengharapan, dengan tidak tau inilah kemudian kita menjadi berusaha mendekatkan diri kepada Allah

Untuk hal yang ketiga yang menjadi rahasia Allah JODOH….

Ah..belakangan ini menjadi hal yang sering dibicarakan, sampai juga waktunya semua menanyakan ini….kapan nikah?lo dia sudah, kamu kapan? Pertama biasa…..maka lama-lama ini menjadi sesuatu yang benar harus dipikirkan juga

Sama sekali dari awal saya tidak pernah mengintervensi Allah dengan cara mencari sendiri siapa jodoh saya, saya selalu memohon kepadaNYA karena memang dialah yang MAHA menentukan siapa jodoh makhluknya,apabila ada yang ingin berkenalan maka Allah lah, tempat muara memohon petunjuk, maka Allah adalah sebaik-baiknya Pengabul DOA….jika memang dia yang terbaik, maka segerakanlah ya Rob….tetapkan hati kami…